Kecerdasan Buatan untuk Manajer: Mengapa Penting?

Manajer visioner melihat manfaat AI di masa depan dan menyesuaikannya. AI dapat membantu memajukan karier dan menghasilkan hasil bisnis lebih cepat, memungkinkan manajer hebat untuk unggul dalam apa yang mereka lakukan. Mengingat keunggulan luar biasa yang dimiliki AI dibandingkan manusia, AI sering kali berupaya melakukan tugas yang sebelumnya dilakukan oleh manusia dengan presisi tinggi dan dengan hasil yang unggul, terlepas dari ukuran dan jenis datanya.

Apa yang membuat kecerdasan buatan begitu menarik?

AI dapat memampatkan angka, mendeteksi pola, dan membuat keputusan cepat berdasarkan data dengan presisi yang tidak dapat dilakukan manusia. Mengingat kemampuannya untuk memproses kumpulan data besar dan memberikan arahan dan saran tren yang dapat ditindaklanjuti, AI dapat menjadi alat penting untuk pengambilan keputusan bagi manajer mana pun yang berurusan dengan data kuantitatif. Diperkirakan 40% manajer dana manusia di industri keuangan digantikan oleh penasihat robot karena efisiensi komputer mereka yang luar biasa.

Semua manajer yang baik harus berusaha meningkatkan keterampilan mereka untuk memanfaatkan AI dan kemampuannya untuk memproses kumpulan data yang sangat besar. Mengingat AI dapat memproses kumpulan data dan memberikan jawaban yang akurat dan bebas kesalahan, manajer dapat menghabiskan lebih banyak waktu dan keterampilan dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, mempelajari AI akan membantu setiap manajer meningkatkan pilihan karir dan nilai organisasi.

Penerapan kecerdasan buatan dalam manajemen

OKR, atau tujuan dan hasil utama, memberikan lebih banyak kejelasan tentang hasil jangka pendek yang terukur. Tim dapat menetapkan dan mencapai tujuan yang lebih baik ketika mereka menggunakan perangkat lunak yang didukung AI untuk penetapan tujuan. AI memberikan wawasan yang memungkinkan tim untuk mengoptimalkan kinerja kuartalan dengan mempelajari tujuan kuartal sebelumnya dan memahami hubungan antara tujuan dan pola manajemen serta pola keterlibatan.

Bagian penting dari hari manajer di tempat kerja berkisar pada tugas-tugas administratif yang tidak menyegarkan manajer. Jadi, membiarkan AI melakukan tugas manajemen membebaskan manajer untuk lebih fokus pada aktivitas yang bernilai lebih tinggi dan berprioritas lebih tinggi. AI dapat memperingatkan manajer tentang potensi kemacetan dalam rencana mereka dan bahkan mengatur pertemuan untuk tujuan itu. AI bahkan dapat mengatur agenda rapat, mengundang orang yang tepat, dan memberikan tindak lanjut.

AI juga dapat membantu manajer menjadi pemain tim, memberikan umpan balik kepada anggota tim, dan meningkatkan tingkat akuntabilitas dalam tim. Hampir 72% karyawan percaya bahwa umpan balik dapat meningkatkan kinerja, tetapi manajer tidak memiliki waktu, data, atau kebiasaan untuk memberikan umpan balik berdasarkan fakta secara teratur. Chatbots dan pemrosesan bahasa alami memungkinkan manajer untuk mengidentifikasi dan memberikan umpan balik kepada anggota tim yang membutuhkan umpan balik positif selama akhir pekan. AI juga dapat menyoroti peningkatan antara anggota tim dan mengatur pertemuan manajer-karyawan 1:1.

Chatbot yang diberdayakan AI dapat menjadi sekutu yang berharga dalam manajemen proyek, mendelegasikan dan memantau pelaksanaan aktivitas, mengatur jadwal, serta mendeteksi dan mengurangi kemacetan. Chatbot dapat menetapkan tugas, memberikan pembaruan status, dan memberikan peringatan potensial untuk rencana kemacetan. Anda juga dapat mengatur pertemuan antar anggota tim berdasarkan ketersediaan. Bahkan mereka yang terus menggunakan teknik manajemen tradisional dapat beralih ke AI untuk memfasilitasi tugas manajemen.

Mengingat inovasi yang dibuat AI dan pentingnya kecerdasan buatan bagi para manajer, para manajer di India perlu meningkatkan keterampilan mereka dalam menangani AI. Mengambil kursus AI bisa menjadi faktor penentu di masa depan bagi para manajer.

ultrassh darkssh gitssh